Sahabat (?)
April 21st, 2008 by puisiekiSaat kau menyadari bahwa sahabat tidak selalu indah,
maka semua akan kembali ke titik awal yang dimulai dengan buruknya prasangka.
Tak peduli seberapa lama mereka bersamamu, setiap
bulan, setiap minggu, setiap hari ataupun setiap waktu. Namun tatkala perubahan
menjadikan ego mereka liar seiring waktu… kau akan
merasa bahwa mereka tidak seharusnya ada…
Terkadang aku pun merasa dan berpikir, apakah sahabat sejati itu benar-benar ada..??
è Bagi sahabat, aku menjadi buta dan seenaknya!!
è Bagi aku, sahabat menjadi egois dan tidak pernah mengerti!!
Siapa yang
salah bagaikan mencari-cari mana yang lebih dulu, telur atau ayam. Semua
terjadi begitu saja. Persahabatan yang lama, mudah sekali terasa kuno dan usang.
Tinta emas yang pernah dijanjikan terasa cepat sekali mengering dan kertas-kertas
kenangan tentang persaudaraan terasa tipis dan rapuh, semua dibungkus rapih
oleh sebentuk EGO!!
Semua saling merasa memiliki
antara satu dengan yang lain!!
Tidak lagi menunjukkan kesalahan demi kebenaran
ataupun memuji kebenaran demi perkembangan. Yang ada hanya saling ledek! dan menggoda
berlebihan! yang berujung pada tawa yang palsu lalu dendam. Saat itu semua mulai
merasuki pikiranmu, seorang sahabat akan menjadi asing
dan tak dikenal.
Aku mungkin bukan seorang sahabat yang baik, bukan
teman yang sempurna. Namun bukankah seorang sahabat akan menghargai apa yang akan
kulakukan dan selalu mendukungku dalam setiap langkah yang kan kulalui dengan
gembira?
Bukannya malah
memaksaku mengikuti keinginan mereka yang sulit kutolak…
Apakah sahabat yang sebenarnya
sahabat akan memaksaku menemui mereka saat aku benar-benar lelah dan hendak
beristirahat? Yang kalau sudah kujelaskan
bagaimana sulitnya kehidupanku sekarang namun mereka malah mencaciku dan menuduhku tak setia?
Ataukah aku harus memaksa
kakiku melangkah dan ikut tertawa bersama mereka sementara pikiranku terbang
entah kemana…??
Sekarang aku Tanya…apakah
persahabatan hanya melihat pada perasaan satu pihak saja?? Dan apakah kau sudah menjadi sahabatku yang sebenarnya sementara
aku sudah selalu berusaha memenuhi keinginanmu, dalam terang aku menyapamu,
dalam gelap aku mendoakanmu…??
Apakah kau merasa kau sahabat
yang sebenarnya sementara hanya aku yang disuruh mengerti dirimu namun
kau tidak pernah dapat memahami kehidupanku…??
Aku tak bisa berubah untuk menjauhimu, tapi
kumohon untuk kau lebih mengertiku duhai sahabat…