Jalan Naga
Wednesday, November 8th, 2006ketika satu-satu mata saling menutup
di jalan naga
dan helai demi helai nafas melambat
dimana semua titik bertemu
dan berujung pada satu nama
di jalan naga
dan helai demi helai nafas melambat
dimana semua titik bertemu
dan berujung pada satu nama
ketika ada hilir mudik dan lampu lampu
di jalan naga
dan arus nada hanya tersamarkan
menjadi fatamorgana, lalu membentuk
satu tubuh utuh
di jalan naga
dan arus nada hanya tersamarkan
menjadi fatamorgana, lalu membentuk
satu tubuh utuh
ada tirai tirai usang yang menjaring sinar
namun sinarmu tak selemah matahari…
lalu kita saling bertanya, tirai apa?
ada awan awan menutup warna warni
namun warna warnimu tak seburam pelangi…
lalu kau dan aku saling bertanya, awan apa?
namun sinarmu tak selemah matahari…
lalu kita saling bertanya, tirai apa?
ada awan awan menutup warna warni
namun warna warnimu tak seburam pelangi…
lalu kau dan aku saling bertanya, awan apa?
ketika ada banyak rindu
di jalan naga…
di jalan naga…
*menuju sukabumi, memikirkanmu*