harapan (layakkah..?)
Monday, December 18th, 2006awan perkasa yang memeluk langit biru
sekarang pulang ke lembayung senja
meninggalkan anak-anak kerinduan
diantara ilalang yang bergoyang
sorak tawa bocah-bocah diatas kereta dan
senandung pemusik kampungan mengembalikan kenangan
yang kau patri jelas di sanubari
entah ada berapa bulu jibril disakuku yang telah
kutulisi puisi
namun tak satupun yang sampai kepadamu…
bersamamu adalah kebahagiaan…
bersamamu adalah keharusan…
bersamamu adalah harapan…
namun, layakkah harapan kuandalkan…?