janji dan aku

Matahari telah berjanji pada laut dan langit. Bahwa mereka akan
bermain bersama saat tugas-tugas mereka tuntas. Namun tatkala laut selesai
mengarungi sudut-sudut bumi dan langit telah berulang kali memutarinya,
matahari tak kunjung muncul. Lalu angin membisikkan pada mereka berdua bahwa
sang surya belum menuntaskan sawah-sawah di timur dan belum mencium
puncak-puncak gunung bersalju. Angin berkata bahwa sang surya tak bisa menepati
janjinya. Lalu laut dan langit kecewa dan mereka menangis. Tangisan mereka
adalah hujan. Terkadang langit berteriak kencang dan laut menampar-nampar semua
yang menungganginya. Terkadang laut membanjiri kawanannya daratan agar dia ikut
bersedih bersamanya. Mungkin bagi satu sisi, janji bukanlah suatu yang utama.
Namun di sisi yang lain, janji adalah suatu harga yang mahal untuk diucapkan
dengan tiba-tiba.

Janji, telah kutitipkan sebagian hati

Untuk kutukar dengan pelangi

Namun kau membalakangiku dan lari

Aku sendiri…
…benci janji

Leave a Reply