Perubahan
Semua semakin berkembang seiring jalannya zaman. Teknologi,
pembangunan, pemikiran, budaya, dan perubahan selalu eksis
kian hari.
Dunia semakin ‘berwarna’
dan penuh perbedaan.
Agama tak lagi lima,
tapi ‘seratus’.
Budaya
tak lagi seribu, melainkan ‘sejuta’.
Semua tumbuh dan berkembang
seiring waktu yang berputar. Tatkala kau menolak perubahan, kau bagaikan sekeping debu yang
asing, yang akan hilang disapu angin. Kau bagaikan daun layu yang rapuh dan terjatuh.
Kau bagaikan ranting yang retak, terinjak. Dan kau sadari bahwa pendakian ini
terjal dan sulit, sementara kantung-kantung kepribadianmu mulai memaksa keluar, hendak berpacu
dengan angin dan waktu. Napasmu hendak meninggalkan tubuhmu yang menolak dewasa, dan kesemua inderamu ingin menuju persinggahan
baru.
Kau bisa apa?
Saat kaki dan tanganmu
pun tercabut dalam gairah lama,
hendak berlari dan merangkul gairah baru.
Kau bisa apa?
Saat mulutmu berdebu
menyanyikan puisi usang, dan menjerit untuk menyanyikan syair yang lebih
dinamis.
Kau bisa apa?
Saat matamu mulai
buyar menatap laut biru, dan hendak mencari ke arah mana awan menuju dan di
ujung mana dia akan menemui bintang dan rembulan.
Kau bisa apa?
Saat kulit-kulitmu
koyak oleh sentuhan kuno dan hendak berganti menyentuh sentuhan yang lebih
modern.
Kau bisa apa?
Saat hidungmu mulai menutup wangi-wangian
sejarah dan hendak mengendus berita-berita terkini.
Kau bisa apa??
Kau tak ingin
bergerak dalam putaran ini namun sahabat-sahabatmu telah meninggalkanmu jauh.
Mungkin mereka telah terbang dan menuju zaman-zaman yang hanya muncul di mimpi.
Akupun sedang mengikat tali sepatuku, untuk menyusul mereka. Kau tak akan tahan
berdiri sendirian disini.
Pilihannya hanya sedikit. Mengikutiku menuju ke depan bersama angin, atau mundur ke belakang dan mati dimakan perubahan?
May 5th, 2008 at 9:30 pm
ok…
tapi gag ngerti maksudna..
apa c??
lo ga suka sama perubahan yang terjadi blakangan ini gt???
May 7th, 2008 at 3:42 am
bukan….
ini buat temen gw yg masih ‘kaku’ aja ama perubahan